Select Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

MUSLIMIN INDONESIA Headline

Senin, 27 September 2010

Mengagumi Nabi Muhammad SAW

Mengagumi Nabi Muhammad SAW
Ketikan Rasulullah SAW sedang bertawaf mengelilingi Ka'bah, beliau mendengar seorang di hadapannya bertawaf sambil berdzikir, "Ya, Karim! Ya, Karim!" lalu, Nabi SAW menirunya, "Ya, Karim! Ya, Karim!" Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, lalu berdzikir lagi. Nabi Muhammad SAW pun kembali mengikutinya.


Seakan merasa seperti di olok-olok, orang itu menoleh ke belakang. Terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah dan tampan, yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata, "Wahai, orang tampan, apakah engkau memang sengaja memperolok-olokku karena aku ini adalah orang Arab Badui? Kalaulah bukan kerena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah SAW."......

Sekolah Katolik di Blackburn akan Diubah Menjadi Sekolah Islam

Sekolah Katolik di Blackburn akan Diubah Menjadi Sekolah Islam
ilustrasi
Sebuah sekolah dasar Katolik di Blackburn, Inggris, yaitu Sacred Heart Primary, tampaknya bakal menjadi sekolah Katolik pertama di Inggris yang akan dikonversi menjadi sekolah agama Islam. Perubahan itu dikarenakan jumlah populasi pelajar Katolik yang menurun drastis di sekolah tersebut.


Sepuluh tahun lalu, di sekolah itu, pelajar Katolik masih menjadi mayoritas. Namun tahun ini merosot hanya tinggal tiga persen. Keuskupan setempat mengakui bahwa sekolah itu tak bisa lagi melayani kebutuhan masyarakat. Sekolah itu mesti menyediakan kepala sekolah Katolik dan 10% kurikulum pendidikan berbasis Katolik.


Berdasarkan undang-undang saat ini......,


Jumat, 24 September 2010

Lynette Wehner Mengajar di Sekolah Islam Mengantarnya ke Cahaya Islam

Lynette Wehner Mengajar di Sekolah Islam Mengantarnya ke Cahaya Islam
"BAHWA ALLAH SWT MEMBERIKAN HIDAYAH KEPADA SIAPA SAJA YANG DI KEHENDAKI, DAN DENGAN JALAN APA SAJA YANG DI KEHENDAKI, YANG TIDAK PERNAH BISA KITA DUGA"
 Seperti kisah mualaf berikut ini.

Lynette Wehner mengakui terjadi pergulatan batin ketika ia pertama kali mendapakan tugas mengajar di sebuah sekolah Islam. Wehner lahir dari keluarga Amerika yang menganut agama Kristen Katolik. Kedua mertuanya mengingatkan agar Wener tidak terpengaruh dengan ajaran Islam meski ia cuma menjadi tenaga pengajar paruh waktu di sekolah Islam itu. "Yang penting, kamu tidak masuk Islam," begitu kata ayah mertuanya.
Selama dua hari Wehner merasa gelisah untuk mengambil keputusan apakah ia akan menerima tugas tesebut, apalagi pihak sekolah mewajibkannya mengenakan jilbab saat mengajar di sekolah Islam itu dengan pertimbangan bahwa pengalaman mengajarnya yang pertama ini akan menjadi batu loncatan baginya kelak.
Hari pertama mengajar, seorang star di sekolah Islam itu membantunya mengenakan jilbab di ruang guru. "Kami tertawa sambil mencoba berbagi gaya berjilbab," ujar Wehner yang mengkau pagi itu merasa sangat rileks berada di lingkunga muslim. Selama ini Wehner selalu berpandangan bahwa orang-orang Islam tidak ramah dan selalu serius. Hari pertamanya di sekolah Islam membuat Wehner berbalik mempertanyakan, mengapa seseorang bisa sedemikian mudah membuat stereotipe terhadap orang lain tanpa mengenal lebih jauh orang yang bersangkutan...............

Populer Post